Monday, January 15, 2018

Desa Dlambah Dajah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan



Dapat diketahui bahwa disetiap daerah atau desa memiliki latar belakang yang menjadi karakter serta ciri khas yang ada pada daerah tersebut. Adapun sejarah desa ataupun daerah sendiri sering kali tertuang dari cerita terdahulu dari nenek moyang yang terjaga hingga sampai saat ini yang mana masih sulit untuk diartikan dan dibuktikan dengan fakta yang ada. Cerita tersebut sering kali dapat dikaitkan dengan mitos dari tempat-tempat tertentu yang masih dianggap keramat. Seperti halnya desa dlambah dajah juga memiliki cerita dan mitos yang masih sangat kental didalamnya yang menjadi identitas dari desa dlembeh dejeh sendiri.
Adapun kata Dlembeh Dejeh sendiri diambil dari kata Dhalempah (dhalemmah oreng se ahli atapah) yang berarti tempat atau rumah bagi para orang yang bertapa. Zaman dahulu terdapat banyak para petapa dari luar untuk pergi bertapa atau singgah di desa ini, akan tetapi seiring berjalannya waktu kata dari Dhalempah ini diubah menjadi Dlembeh, yang mana pada awalnya desa Dlembeh terdiri dari satu desa saja namun pada akhirnya karena terlalu luas desa dlembeh terpecah menjadi dua desa yakni desa Dlembeh Dejeh dan desa Dlembeh Laok.

Kepala Desa Dlambah Dajah ialah Ibu Siti Aminah, Desa ini terdiri dari 7 dusun yaitu:


1. Dusun Angsokah dengan Kepala Dusun (Apel) Bapak Badrut Tamam
2. Dusun Pasar Lorong Barat dengan Kepala Dusun (Apel) Bapak M. Sulaiman
3. Dusun Pasar Lorong Timur dengan Kepala Dusun (Apel) Bapak Muzammil
4. Dusun Ngasoran Dajah dengan Kepala Dusun (Apel) Bapak Irham
5. Dusun Ngasoran Laok dengan Kepala Dusun (Apel) Bapak Bahrom
6. Dusun Plenggiyan dengan Kepala Dusun (Apel) Ibu Eni Laeluva
7. Dusun Kedduh dengan Kepala Dusun (Apel) Ibu Mahrumah
Desa Dlambah Dajah memiliki penduduk kurang lebih 6000 jiwa, masyarakat desa dlambah dajah bermata pencaharian petani dan berternak , namun banyak pula masyarakat yang merantau ke luar daerah. Potensi yang dimiliki desa dlambah dajah adalah jagung dan bambu. Jagung dimanfaatkan dengan dijual kepada pedagang, terkadang di simpan dan dimanfaatkan sebagai bahan untuk nasi jagung yang di konsumsi sendiri oleh masyarakat. Bambu dimanfaatkan sebagai tusuk sate dan krenjhing (keranjang). Dengan adanya kelompok Kuliah Kerja Nyata 59 Universitas Trunojoyo Madura, jagung dan bambu di kembangkan menjadi sebuah produk yaitu:
a. Briket Bonggol Jagung
b. Emping Jagung
c. Kerajinan Bambu (Tempat Sampah)



0 comments:

Post a Comment