Sunday, January 28, 2018

Anugerah Jagung di Desa Dlambah Dajah


Kecamatan tanah merah memiliki produksi jagung sebanyak 73,466.25 ton pada bulan februari tahun 2015 (BPS Bangkalan, 2015). Berdasarkan data di atas, dapat diambil asumsi bahwa desa-desa yang ada di kecamatan tanah merah turut andil dalam hal potensi tanaman jagung. Salah satunya terdapat di desa dlambah dajah. Hasil panen biasanya dijual oleh masyarakat. Selebihnya di simpan dan di manfaatkan sebagai bahan pangan dalam bentuk nasi jagung untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Faktanya, jagung tidak hanya dapat di olah menjadi nasi jagung saja. Jagung dapat di olah menjadi berbagai produk olahan seperti produk makanan ringan, bahan bakar alternatif, kerajinan tangan dan sebagainya.

Kelompok KKN 59 UTM memanfaatkan potensi jagung yang ada di desa dlambah dajah sebagai makanan ringan yaitu Emping Jagung. Emping jagung terbuat dari biji-biji jagung yang sudah dipisahkan dari bonggolnya. Makanan ringan tersebut, merupakan salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh kelompok KKN 59 UTM tahun 2018. Emping jagung yang dimiliki oleh kelompok KKN 59 berbeda dengan makanan emping yang sudah ada. Kita dari kelompok KKN 59 UTM berusaha menghasilkan emping jagung yang memiliki berbagai varian rasa, diantaranya rasa original, balado, dan juga ekstra pedas. Selain adanya varian rasa, emping jagung juga dikemas dengan menarik.

Selain bijinya, ternyata jagung juga dapat dimanfaatkan bonggolnya. Salah satu bentuk pemanfaatannya, kami dari kelompok KKN 59 UTM membuat Briket Bonggol Jagung. Briket adalah bahan bakar alternatif yang menyerupai arang, tetapi terbuat/tersusun dari bahan nonkayu. Briket dibuat dengan proses pembakaran anaerobik yang sederhana dan mudah dibuat oleh berbagai kalangan masyarakat. Briket berbentuk seperti sebuah blok bahan yang dapat dibakar dan digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api.

Sebagai bentuk pengenalan produk pada masyarakat, maka kami adakannya Pelatihan Pembuatan Emping Jagung dan Briket Bonggol Jagung kepada masyarakat desa dlambah dajah. Pelatihan tersebut dilaksanakan secara bersamaan, yaitu pada tanggal 23-24 Januari 2018. Keduanya dilaksanakan di tempat yang berbeda, di dusun “Ngasoran Laok” dan dusun “Angsoka Timur”. Antusias masyarakat dari masing-masing dusun cukup besar. Terbukti dengan adanya rasa keingintahuan masyarakat cukup tinggi. Harapan kami dari pengenalan produk-produk ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mengolah hasil pertanian jagung yang lebih variatif. Sehingga, hal tersebut akan berimplikasi terhadap sektor pendapatan ekonomi masyarakat dalam bidang pertanian jagung.






0 comments:

Post a Comment